Pelleng: Makanan Khas Pakpak yang Pernah Menjadi Nominasi Anugerah Pesona Indonesia 2019
Annyonghaseyo, Chingu
Bertemu kembali di sini, di cerita seru bersama Umak Duo Tampu. Belum bosan, kan, kalian mendengar cerita unik dan seru dariku? Semoga belum, ya. Nah, hari ini aku mau memberikan sedikit informasi yang aktual tentang makanan khas sukuku, yaitu Pelleng.
Huft, dari namanya saja sudah unik, ya? Apalagi, kalau sudah melihat bentuk dari makanan ini. Perut yang sudah terisi, kembali terasa kosong, bibir mengecap berkali-kali, dan rasanya ingin sekali melahap langsung si pelleng ini. Nggak percaya? Boleh kita coba!
Pelleng terdiri dari dua jenis yaitu Pelleng Kepas dan Pelleng Simsim. Di sini aku hanya akan cerita tentang pelleng simsim, ya, karena memang di keluargaku paling sering masak pelleng yang jenis ini. Namun, sedikit aku jelaskan perbedaan simsim dan kepas. Kalau pelleng simsim, semua bahan untuk nasinya digiling halus dan ditumis. Kemudian, nasinya dibentuk setengah bulatan. Sementara itu, pelleng kepas, semua bahan digiling halus, tetapi tidak ditumis. Melainkan hanya disiram dengan jeruk asam sampai bumbu-bumbunya matang tersiram asam tersebut. Kemudian, nasinya tidak dibentuk, dibiarkan saja berserakan di dalam piring.
Tampilan si Pelleng yang mirip dengan Nasi Tumpeng. Sekilas terlihat memang mirip, bahkan banyak orang (yang bukan suku pakpak) menyebut pelleng ini sama dengan nasi tumpeng. But, wait! Tidak sama dan tidak mirip sama sekali, ya, Chingu.
Warna nasi pelleng berwarna kuning, tetapi sedikit pucat. Untuk pelleng simsim, nasi dibentuk di atas piring dengan menggunakan sendok nasi plastik (supaya tidak lengket) sehingga berbentuk setengah bulatan. Di bagian tengah atas nasi dibuat lubang kecil untuk meletakkan potongan-potongan atau rencah dari tulang lunak ayam, rempelo, dan hati ayam yang sudah dilumuri bumbu dan dimasak berbeda dari daging ayamnya.
Sebenarnya pelleng tidak terlalu sulit ditemui karena memang setiap keluarga suku Pakpak sering menyajikan makanan ini. Apalagi, dalam acara suka cita maupun duka. Sehingga, pelleng memiliki makna yang banyak. Bisa dibilang sebagai doa dan harapan, penyemangat, kekuatan, persatuan, obat, perdamaian, dan kesuksesan.
Untuk cara pembuatannya tidak susah, sih. Bahan-bahannya juga mudah didapat di pasar tradisional maupun di kedai sayur terdekat. Aku akan menjabarkan bahan-bahan yang digunakan untuk memasak nasi pelleng di jaman sekarang, ya.
Bahan-bahannya adalah:
Untuk pelleng
1. Kunyit
2. Pala
3. Lengkuas
4. Bawang merah dan putih
5. Cabai (lebih maknyus menggunakan cabai rawit)
6. Beras
Untuk lauk pelleng
1. Ayam kampung
2. Kunyit
3. Santan kelapa
4. Kelapa goreng (serundeng)
5. Garam
6. Air
7. Minyak goreng
Gampang, kan, bahan-bahannya? Semoga pembuatannya juga segampang itu, ya. Baiklah kita lanjut untuk cara pembuatannya. Dalam hal ini, kita harus melakukan dua bagian memasak, yaitu memasak nasi pelleng dan gulai ayam kampung.
Pertama-tama, masaklah nasi dengan kadar air yang lembut/lunak, tetapi tidak seperti bubur. Kemudian, tumis semua bumbu pelleng yang sudah dihaluskan sampai harum dan matang. Setelah nasinya matang, masukkan semua bumbu yang sudah ditumis ke atas nasi dan aduk merata sampai nasi terlihat berwarna kuning. Oh, ya, jangan lupa masukin garamnya, ya, biar tambah lezat! Pelleng selesai dan tetap biarkan di dalam periuk, ya.
Untuk gulai ayam kampungnya, sama seperti menggulai biasa. Hanya saja di suku kami tidak terlalu suka makanan yang kental, jadi santan kelapanya juga tidak terlalu banyak. Lebih banyak menggunakan air.
Nah, untuk potongan-potongan tulang lunak ayam, hati, dan rempelo yang sudah dilainkan, dimasak berbeda dengan gulai ayam karena rencahan ini memerlukan lebih banyak serundeng dan dimasak sampai kering.
Kalau semuanya sudah selesai dimasak, baik Pelleng dan gulai ayamnya, maka siaplah disajikan. Penyajiannya juga agak riweh dan mengundang gelak tawa. Seringnya di dalam keluargaku seperti itu, sih. Karena saat membentuk nasi setengah bulatan, bisa-bisa bulatannya jadi gepeng atau malah miring. Sering ada protes dari anggota keluarga lain. Di saat inilah, kekompakan keluarga sangat kuat untuk saling mengejek satu sama lain. Haha. Bercyanda maksudnya.
Setiap nasi dibentuk setengah bulatan di atas piring, lalu dibagian tengah atas nasi dibuat lubang untuk meletakkan rencahan ayam berbumbu. Kalau sudah siap disajikan, maka siaplah dilahap abis. But, tunggu dulu! Cara makannya juga unik, loh!
Siramkan kuah gulai ayam kampung ke atas pelleng sampai nasi terlihat tenggelam. Lalu, ambil daging ayam kesukaanmu secukupnya, ya! Pelleng siap disantap.
Oh, ya, untuk penyebutan pelleng sendiri lumayan banyak, Chingu. Ada yang sering bilang pelleng si cina mbara (pelleng paling pedas karena cabai rawitnya yang banyak) atau pelleng pote (pelleng dengan lalapan pete). Jadi, sebutan-sebutan ini membuat pelleng menjadi lebih kreatif. Di jaman sekarang, pelleng juga sudah mulai dipasarkan melalui media sosial oleh para pegiat UMKM di daerah Pakpak Bharat, Dairi, Subulussalam, maupun Aceh Singkil, Chingu. Kalau di sini ada rumah makan padang, di sana juga banyak rumah makan pelleng. Hehe.
Kalian belum pernah mencobanya? Sangat ingin mencobanya? Main-mainlah ke Pakpak Bharat! Atau bolehlah ke rumahku hanya untuk menyicipi si pelleng ini. Kalian juga bisa belajar membuatnya, soalnya umakku yang suku Tapanuli Selatan sangat lihai memasak si pelleng ini.
Um, sepertinya perjamuan kita kali ini selesai sampai di sini dulu, ya, Chingu. Semoga dengan ulasanku tentang makanan khas daerah Pakpak Bharat, Sumatera Utara, ini menjadi manfaat untuk kalian semua.
Khamsahabnida, Chingu
Ini kalau mau recook harusnya pernah ngerasain aslinya dulu sih. Jadi kapan rumah kakak open house dengan menu pelleng ini? hehe
Harus coba dulu, dong!
Sesegera mungkin juga boleh, Kak.
Ini menu wajib yg harus dicoba, rasanya mantepp. Makasih kak atas resepnya, pankapan bisa dicoba hehhee
Harus dicoba, Kak. Bakal ketagihan!
Jadi pengen coba masak pelleng heheheh
Ayolah, Depdep! Biar kakak datang