Setahun Tanpa Bapak: 31 Agustus 2023

Annaenyonghaseyo, Chingu-ya

Daebak! Kita bertemu kembali dengan tulisan-tulisan hangat dariku untuk kalian. Sudah tak sabar ingin baca ceritaku yang baru, kan? Baiklah, akan ku mulai. Namun, kalian janji dulu. Tidak boleh berurai air mata, ya.

Finally, tepat setahun sudah bapak meninggalkanku. Aku masih ingat hari itu, Kamis, 31 Agustus 2023, pukul 18.50 WIB selesai Magrib. Tanpa kata-kata dan tanpa seorang pun yang tahu dan melihat, dia pergi dengan syahdu. Kejadiannya sangat cepat, secepat kilat menyambar relung hatiku yang paling dalam. Sehingga, membuatku tak percaya bahwa aku sudah tak berbapak sejak detik itu juga.


2021: Awal mula bapak masuk rumah sakit

Menit-menit itu bapak memang sedang sendiri di dalam kamar setelah adik laki-lakiku membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya. Sementara itu, mamak sudah melaksanakan salat Magrib di kamar lain dan aku juga sedang menyusui anakku di kamar yang lain lagi. Tak ada teriakan, hanya nada pelan yang terdengar lirih dari adikku saat dia memberitahuku bahwa bapak sudah tidak bernapas. Aku melompat dari tempat tidur dan berlari untuk melihat keadaan cinta pertamaku itu. Ku pegang pergelangan tangannya untuk merasakan denyut nadinya, ku dekatkan telingaku ke hidungnya untuk merasakan napasnya, dan ku tekan pelan-pelan bagian dadanya untuk mendengar detak jantungnya. Namun, semuanya sia-sia. Dia sudah pergi beberapa menit yang lalu.

Aku, adik laki-lakiku, dan mamak, saling bertatapan. Air mata mengalir deras tanpa isakan. Segera aku menghubungi suamiku dan mengatakan apa yang sedang terjadi. Tak berapa lama, orang-orang pun berdatangan untuk membantu kami menggotong bapak keluar dari kamar. Mereka semua sudah diarahkan oleh suamiku yang masih berada di perjalanan dari kantor. Benar saja, mereka pun mengatakan bahwa bapak sudah pergi menghadap Allah SWT. Gemuruh di dalam hati masih tertahan. Dengan gemetar, aku pun menghubungi sanak saudara untuk memberitahu kabar duka ini. Menit ke menit dan jam ke jam, rumahku mulai ramai.


2023: Bapak pergi 

Aku tergeletak di kamar tak berdaya memandang foto bapak yang masih sehat di galeri handphone-ku. Kepada siapa lagi aku mencurahkan perasaanku? Kepada siapa lagi aku mengadu akan kerasnya dunia? Apakah masih ada orang yang memerhatikanku se-perhatian bapak? Apakah mamak bisa menyayangiku se-sayang bapak padaku? Aku telah kehilangan seorang pria yang cintanya tersembunyi untukku. Aku telah kehilangan seorang pria yang perhatiannya melebihi suamiku. Aku juga telah kehilangan seorang pria yang tak pernah membeda-bedakan anaknya yang satu dengan yang lain. Aku sudah kehilangan.


2023: Rumah bapak 

Um, sepertinya bulan ini hujan menjawab rinduku padanya. Gemercik hujan dan gemuruh di langit memberitahuku bahwa bapak juga sangat merindukanku. Ya, kan, Pak? Maafkan aku, ya, Chingu, karena sudah menulis cerita sedih di bulan ini. Kehilangan itu memang sangat menyakitkan, ya. Namun, hidup harus tetap berjalan. Terima kasih sudah singgah di tulisanku kali ini. 

Khamsahabnida ~

Next Post Previous Post
13 Comments
  • Sakinah Annisa Mariz
    Sakinah Annisa Mariz 1 September 2024 pukul 04.30

    Inna lillahhi wa inna lillahi rojiun, alfatihah untuk Ayahanda kak Nina. Kiranya beliau telah mendapatkan hasil yang baik, yakni anak keturunan solih solihah yang mengingatnya penuh cinta dan senantiasa mendoakannya. Itulah harapan terakhir dari orangtua kepada anak-anaknya. Ingin diingat dengan penuh rasa sayang dan rindu. Semoga kelak dipertemukan dalam SyurgaNya Allah Azza wa Jalla. Amin ya rabb

  • Suci
    Suci 2 September 2024 pukul 09.08

    Alfatihaaah...
    I feel you
    Jangankan setahun, yang udah 4 tahun aja masih rinduu, loh...
    Kalau lihat barang2 peninggalannya, kebiasaannya dan sesuatu yang hilang itu rasanyaa mau manggil aja "Bapaak"

  • Imelda Hutagalung
    Imelda Hutagalung 3 September 2024 pukul 21.25

    Turut berdukacita. Semoga Bapak tenang disisi Tuhan. Semangat melanjutkan hidup kak. #hug

  • Pertiwi Soraya
    Pertiwi Soraya 4 September 2024 pukul 15.57

    Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

  • Pertiwi Soraya
    Pertiwi Soraya 4 September 2024 pukul 15.58

    Semoga diampunkan Allah dosa-dosa beliau, diterima amal ibadahnya, serta dilapangkan kuburnya. Aamiin. Allahummaghfirlahu.

  • kyo
    kyo 4 September 2024 pukul 18.28

    yang tabah ya kak, berat tapi Allah punya rencana lain.

  • Dana Anjani
    Dana Anjani 6 September 2024 pukul 10.56

    Alfatihah untuk ayah ya kak Nina. Semoga kalian selalu dikuatkan.

  • Maria Julie
    Maria Julie 6 September 2024 pukul 12.35

    Ya, hidup harus terus berjalan. Kepergian orang orang terkasih akan selalu meninggalkan memori, dan ruang kosong di hati.

  • Rizki Audina
    Rizki Audina 7 September 2024 pukul 14.39

    Putar di Spotify: Bernadya-Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan

  • Dewi chairani
    Dewi chairani 7 September 2024 pukul 19.11

    Al-fatihah utk Bapak ya Kak. Kehilangan org terdekat memang meninggalkan rasa pilu tersendiri. Semoga bapak tenang di sana, melihat hal-hal indah. Ahh gk tau mau blg apa lg 😢

  • Fadhilla Fajrah
    Fadhilla Fajrah 9 September 2024 pukul 12.29

    Innalillahi wainna ilaihi roji'un. turut berduka ya kak. setahun pasti belum cukup beradaptasi tanpa bapak. semoga bapak kakak husnul khotimah ya dan bisa berkumpul kembali di surganya. Aamiin...

  • Nafilah Cha
    Nafilah Cha 11 September 2024 pukul 15.43

    Alfatihah untuk bapak kakak. Semangat terus ya kak!

  • Hello Edi
    Hello Edi 14 September 2024 pukul 13.44

    Kak, turut berdukacita. Semoga kakak dan keluarga dikuatkan yaaa

Add Comment
comment url